Ketika kita menyadari bahwa betapa waktu itu sangat berharga,maka kemudian kita ingin menggunakan sisa hidup ini agar bisa bermanfaat
semaksimal mungkin. Masalahnya sekarang ialah bagaimana kita dapat hidup dikaruniai Tuhan dengan kesehatan Lahir dan Bathin , sehingga kita dapat menjaga kwalitas rohani dan jasmani kita untuk tetap bertakwa,
beribadat yaitu berdaya guna , minimal tanpa menjadi beban yang menyusahkan terhadap orang lain , serta tetap dapat bersungguh-sungguh membina Akhlaqul Karimah , yaitu Budi Pekerti yang mulia ./
semaksimal mungkin. Masalahnya sekarang ialah bagaimana kita dapat hidup dikaruniai Tuhan dengan kesehatan Lahir dan Bathin , sehingga kita dapat menjaga kwalitas rohani dan jasmani kita untuk tetap bertakwa,
beribadat yaitu berdaya guna , minimal tanpa menjadi beban yang menyusahkan terhadap orang lain , serta tetap dapat bersungguh-sungguh membina Akhlaqul Karimah , yaitu Budi Pekerti yang mulia ./
Namun menjadi LANSIA , yakni berumur lanjut , adalah anugerah tersendiri , yaitu berarti kita masih
diberikan kesempatan untuk bertobat,beribadat,dan beramal sholeh,menghapus dosa dan menambah pahala untuk menambah berat timbangan kebaikan kita . Nah, sahabat, didalam kerangka inilah kita bergiat,berusaha untuk memperbaiki diri , meningkatkan mutu hidup kita , merubah dengan hijrah dari keadaan kita yang selama ini terbelenggu penyakit , baik penyakit jasmani maupun rohani menuju kesehatan yang mendekati kesempurnaan . Sesungguhnya hanya Allah Subhaana Robbil ^izati Yang Maha Sempuna. //
diberikan kesempatan untuk bertobat,beribadat,dan beramal sholeh,menghapus dosa dan menambah pahala untuk menambah berat timbangan kebaikan kita . Nah, sahabat, didalam kerangka inilah kita bergiat,berusaha untuk memperbaiki diri , meningkatkan mutu hidup kita , merubah dengan hijrah dari keadaan kita yang selama ini terbelenggu penyakit , baik penyakit jasmani maupun rohani menuju kesehatan yang mendekati kesempurnaan . Sesungguhnya hanya Allah Subhaana Robbil ^izati Yang Maha Sempuna. //
Saudara-saudara kaum muslimin yang dimulyakan Allah. Keberadaan atau kehidupan kita manusia didunia ini, adalah pada hakekatnya berdasarkan Firman Allah Swt. yang termaktub didalam Surat Adz-Dzariyaat.51:56
yang berbunyi , sbb.: " Wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illa liya^buduun," artinya: "Dan tidaklah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah(menghambakan diri) kepada-KU,"
Ayat tersebut bagi orang yang percaya mestinya sudah cukup untuk memantapkan keimanan dan menjadi motivasi mengapa kita harus selalu dan terus berusaha ber'taqorrub ilallah' yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan melaksanakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA.
Dengan menyerahkan diri kepada Sang Pencipta(Al-Khaliq) dan melakukan peribadatan yang benar maka kita dapat menunaikan amanat kehidupan ini sesuai dengan kehendak Allah ,yakni agar terhindar dari kesia-siaan dan penyesalan sebagaimana celakanya orang-orang yang merugi di akherat nanti; dibenamkan
dineraka jahanam yang sangat pedih dan menghinakan, -- na^udzu bilahi min dzalik,-kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian, tsumma na^audzu bilahi min dzalik . Jadi dengan demikian , mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan ikhlas,sabar,tawadhu^(merendahkan diri) serta istiqomah (konsisten,ajeg) adalah ikhtiar atau pilihan yang mutlak . Tak dapat diragukan lagi , dengan cara itulah yang hanya bisa menyelamat-kan kita didunia ini dan diakherat nanti . ///
KESENANGAN DUNIA
Hidup di dunia dan dunia itu sendiri adalah semu dan tidak kekal (fana) ibarat f a t a m o r g a n a . Kesenangan dunia atau 'mata^ud-dunya' tampak seperti genangan air yang sangat menggiurkan disa'at terik matahari yang amat panas menyengat . Kemewahan dan keasyikan mencintainya, menggoda nafsu mereka yang selalu merasa h a u s akan kesenangan dunia tersebut , kemudian mereka menjadi terlena , bahkan terbelenggu karena godaan syetan yang memang amat mengetahui kelemahan-kelemahan sifat-sifat manusia.
Kesenangan dunia , semakin direguk layaknya seperti meminum air laut , bukan melepaskan dahaga namun semakin haus saja , bahkan membuat mereka menjadi tamak atau serakah . Kemudian akibatnya setelah itu ialah terjadinya kemungkaran , kebathilan , dan kezholiman . Contoh yang nyata dewasa ini , orang lebih menghargai nilai-nilai materi atau kebendaan didalam pergaulan pribadi maupun sosial . Mereka lebih menaruh hormat kepada orang yang lebih unggul dibidang materil, yang memiliki uang banyak , rumah megah, mobil mewah, yang berpakaian necis dan modis, dan yang berkedudukan tinggi karena jabatannya di kekuasaan,dll,dll, namun memandang rendah terhadap kesholehan dan kesederhanaan . Ini bukan sekedar fenomena biasa tetapi telah terjadi suatu kesalahan persepsi di masyarakat umum yaitu penjungkir-balikkan nilai tata kehidupan yang terlanjur membudaya .
Karena 'dunia' telah menjadi acuan strata pergaulan , akibatnya orang lalu berlomba-lomba mengejar harta untuk menjadi kaya bukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan saja , namun lebih jauh dari itu untuk kemewahan dan kemegahan , pujian , atribut keunggulan dan pamer . Celakanya , cara yang mereka tempuh sangat sering melanggar kaidah kejujuran dan ' kehalalan ' serta sering amat kejam dengan merampas , menggerogoti hak orang banyak , yakni hak-hak rakyat yang semestinya di dipenuhi amanatnya . Maka sekarang ini kita banyak menyaksikan terbiasanya perbuatan-perbuatan dari pungutan liar sampai korupsi sebagaimana hampir membudaya dinegeri tercinta ini . Rosulullah SAW bersabda: "Law anna li ibni Aadama waadiyan min dzahabin , aHabba an yakuuna lahu waadiyani , wa lan yamla'u fahu illat-turoob , wa yatuubullahu ^alaa mantaaba "(Muttafaq ^alaih) , artinya "Andaikata seorang anak Adam telah memiliki satu lembah mengandung emas , pastilah ia ingin memiliki dua lembah lagi . Dan tiadalah yang dapat menutup mulutnya (menghentikan kerakusan terhadap dunia ) kecuali tanah (yakni kuburan atau kematian) . Dan ALLAH berkenan memberi pengampunan kepada siapa saja yang bertobat .////
TAUBATAN NASHUHA.
Sahabatku,saudaraku para LANSIA ,
Orang-orang yang telah berbuat maksiat seperti tersebut tadi yakni yang melakukan kemungkaran , kebathilan and kezholiman jangan berharap mereka dapat membersihkan diri dengan harta haram , yakni dengan cara berpura-pura bajik dengan bersedakah secara riya' (pamer saja) sebab hal itu akan sia-sia yaitu akan tertolak , habithot a^maluhum ,seumpama tak bergunanya mencuci pakaian kotor dengan air najis . ALLAH SWT memberikan yang baik dan hanya menerima yang baik-baik saja *). Kecuali apabila mereka bertawbat dengan kesungguhan tawbat , yaitu Taubatan Nashuha .///// "Sesungguhnya tawbat disisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan , yang kemudian mereka bertaubat dengan segera ; maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya ; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana ." (QS.4:17)//////
Untuk bertaubat seperti Taubatan Nashuha itu ada sarat yang harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya,yaitu taubat dengan keteguhan hati untuk tidak akan mengulangi lagi . Juga,untuk urusan yang menyangkut kezholiman terhadap sesama manusia itu harus dibersihkan yaitu dikembalikan kepada yang berhak . Itulah prasarat untuk bertobat , maka marilah kita bersegeralah mendapatkan Maghfiroh atau Pengampunan dari Allah SWT.
"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka (barulah) ia mengatakan : 'sesaungguhnya saya bertaubat sekarang ' . Dan tidak (pula diterima) taubat orang-orang yang mati sedang mereka didalam kekafiran. Bagi orang-orang (seperti) itu telah Kami sediakan siksa (neraka) yang amat pedih."(QS.4:18).
BERSYUKUR.
Allah telah menganugerahkan kepada manusia didunia sesuatu yang bermanfaat dan menyenangkan hati .
Hal itu tentunya agar kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kehidupan ini , serta kenikmatan apapun yang kita rasakan harus kita sebut-sebut dan selalu kita syukuri . "Wa ammaa bini^mati robbika faHaddits": Dan terhadap nikmat Tuhanmu , hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).(QS.93:11).
Demikian banyak nikmat yang dilimpahkan Tuhan kepada umat manusia , demikian lengkap Tuhan memfasilitasi kehidupan kita sungguh tak terhitung jenis dan jumlahnya ."Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat (yang diberikan)Allah,niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya."(QS.16:18)
Maka ingatlah kamu kepada-KU niscaya Aku ingat pula kepadamu , dan bersyukurlah kepada-KU , dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-KU .(QS.2:152).
Kesenangan dunia tidaklah dilarang sebagaimana yang halal menurut ketentuan Agama (Islam) yaitu yang hak bagi kemaslahatan manusia dan tidak bertentangan dengan syariah (Hukum agama Islam).//////
"Wahai orang-orang yang beriman,makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan b e r s y u k u r lah kepada kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNYA kamu menghamba kan diri .(Al Baqoroh.2:172) dilain ayat Allah menegaskan lagi "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu , serta b e r t a k w a l a h kepada Allah Yang kamu beriman kepada-NYA .(Al Maa^idah.5:88). Disurat yang sama pada ayat sebelumnya(87) Allah melarang kita mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan kepada kita , asalkan tidak melampaui batas . Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas , yakni belebih-lebihan dalam hal apa saja termasuk boros (tubazir) dan bermegah-megahan (tafaharum) serta berpesta ria .Mengenai kehalalan sudah tentu kita pun tidak dibenarkan menghalalakan perkara yang haram.
Sahabatku dan saudaraku sesama LANSIA ,
Semua kenikmatan baik yang memenuhi kebutuhan hidup maupun yang menyenangkan kehidupan ini adalah rezeki atau karunia dari Allah SWT. Rezeki bukan berupa materi saja , uang , harta , tanah ,rumah , kendaraan , dan fasilitas hidup lainnya , namun rezeki juga dapat berbentuk immaterial seperti , ilmu pengetahuan / informasi , kekuasaan/kepercayaan , atribut pujian, kebanggaan , terlebih lagi kesehatan yang sangat berharga . Semua karunia itu memungkinkan untuk diraih oleh manusia didunia ini yaitu dengan
sebab seberapa kadar usahanya dan do'anya untuk mendapatkan peningkatan kwalitas kehidupannya, Zhohir maupun Bathin . "Inallaha laa yughoyyiru maa bi qoumin Hatta yughoyyiruu maa bi anfusihim": Sesungguhnya Allah tidak akan merobah nasib/keadaan suatu kaum sampai mereka (berusaha) merobah (nasib/keadaan) diri mereka sendiri.(Ar-Ra^du.13:11).
Didalam kenyataan sejarah , pengikut agama Islam bukanlah kebanyakan orang-orang yang bodoh , orang-orang miskin atau orang-orang membenamkan diri didalam mesjid saja atau orang-orang yang zuhud terhadap dunia dengan cara yang keterlaluan,yakni membencinya . Istri Baginda Nabi Muhammad yang pertama yaitu Siti Khodijah binti Khuwailid adalah janda kaya yang lahir dari nasab/keturunan keluarga kaya . Para sahabat Nabi diantaranya Abu Bakar Ra adalah orang kaya , para tabi^in banyak yang menjadi penyandang dana jihad yang memiliki kekayaan karena kepiawaiannya berniaga , bermuamalat . Mereka berharta , berilmu , namun ikhlas berkorban dijalan Allah SWT. Mereka memanfaatkan harta mereka dengan cerdas yakni dengan membebaskan diri mereka dari tanggung jawab perbelanjaan yang tidak dihalalkan Allah SWT , yaitu utamanya terhadap pertanyaan peradilan dihari perhitungan di akherat nanti.
Professor Dr.Hamka didalam bukunya ' TASAWUF MODERN ' menulis : " Semangat Islam ialah semangat berjuang , semangat berkurban , semangat bekerja , bukan semangat lemah paruh dan melempem . Agama Islam adalah agama yang menyeru umatnya untuk berusaha mencari rezeki dan mengambil sebab-sebab buat mencapai kemuliaan , ketinggian , dan keanggungan dalam perjuangan hidup bangsa-bangsa . Bahkan Agama Islam," demikian menurut Hamka , " menyerukan kepada kita untuk menjadi yang dipertuan di dalam alam dengan keadilan , memungut kebaikan dimanapun bersuanya , dan membolehkan mengambil peluang mencari kesenangan yang diizinkan ." Selanjut Hamka bertutur : " ..baik Nabi dan sahabatnya yang berempat , atau yang beribu-ribu itu semuanya berakhlak tinggi , berbudi mulia ,sanggup menderita lapar dan haus . Dan jika mereka beroleh kekayaan, tidaklah harta itu lekat kedalam hatinya sehingga melukai hati itu jika deng berpisah ." Mereka mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang baik dan halal , serta bergegas membelanjakannya dijalan yang baik , fii sabilillah , dan dengan cara yang baik pula .
Simak pula perkataan Sayyid Rasyid Ridha : "Sahabat-sahabat Rosulullah yang besar,demikian juga ulama-ulama tabi^in dan beberapa orang yang shaleh-shaleh, mereka adalah orang yang kaya-raya,--yang memiliki harta benda lebih dari yang perlu . Adapun berlebih-lebihan memasukan rasa kebencian terhadap harta kekayaan dunia kedalam sanubari, adalah salah satu sebab kelemahan kaum muslimin dan salah satu sebab pula mereka mudah dikalahkan oleh musuhnya .///////
Sahabat yang dimulyakan ALLAH ,
Kemudian bagaimana seharusnya sikap kita terhadap kesenangan dunia yang disatu sisi hal itu hanya merupakan hiasan dan kesenangan yang menipu, namun disisi lain kita diperintahkan untuk meraihnya sebagaimana sesuatu yang tak boleh dilupakan ? "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akkhirat , dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."(Al Qoshosh.28:77).
Agama Islam memiliki tuntunan bagi pemeluknya untuk menjaga keseimbangan hidup dan untuk berlangsungnya tatanan kehidupan . Keseimbangan atau Equilibrium telah menjadi amanah dan sunatullah untuk manusia dan alam semesta dalam seluruh aspek dan facet kehidupan duniawi dan ukhrowi. Dalam menjaga keseimbangan ini diantaranya Nabi SAW tidak mememperbolehkan seseorang melakukan sembahyang terus menerus sepanjang hari , juga ketika ada yang berkeinginan akan berpuasa selamanya dan yang lain ingin menjauhi diri dari istri-istri mereka serta tidak kawin selamanya -- hanya karena mereka merasa s a n g g u p beribadat lebih banyak dari Nabi , yaitu untuk mendapatkan pengampunan dosa dan bahagia di akhirat nanti. Namun Nabi Muhammad SAW tidak memuji maksud tersebut seraya berkata : Demi Allah , saya lebih takut kepada Allah dari kalian , bahkan saya lebih bertakwa , tetapi saya puasa dan berbuka , saya sholat dan juga tidur , saya kawin dengan beberapa orang wanita. Maka siapa yang mengabaikan sunah kelakuanku , maka ia bukan termasuk umatku ."
///////
Hadits tersebut menggambarkan kepada kita ,umatnya rosulullah, bahwa NabiMuhammad SAW melarang orang berlerbih-lebihan (bahkan) didalam peribadatan yaitu yang tidak sesuai menurut ajaran yang benar menurut Sunatullah dan Sunatur-rosul . Sunatullah ialah apa-apa yang ditentukan Allah termasuk diantaranya menjaga keseimbangan alam dan keseimbangan hidup didunia dan hidup beragama (Islam).
"Wa laa tabghil- fasaada fil-arDhi, innallaaha laa yuHibbul-mufsidiin.": "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS.28:77) Membuat kerusakan di bumi termasuk diantara membabat hutan tanpa perhitungan atau ilegal-logging untuk memperkaya diri sendiri atau sekelompok penjahat yang kemudian berakibat terganggunya keseimbangan alam (ekosistim) sehingga mendatangkan nushibah dan bencana , demikian pula pada perkara yang lain dimana manusia tidak menggunakan akal sehat dan berfikiran positif serta hati nurani
yang benar, maka pada akhirnya manusia sendirilah yang menanggung deritarnya sebagai akibatnya.
Dibidang hukum demikian pula, keadilan harus ditegakkan secara nyata menurut syariah,sehingga manusia
mendapat pelajaran dalam keseimbangan . Hukum Qisas umpamanya bukanlah sesuatu yang kejam dan keterlaluan tetapi itulah keadilan yang sebenar-benarnya . Dewasa ini hukum tidak seimbang di neraca keadilan, contoh seorang miskin yang mencuri ayam seharga puluhan ribu rupiah dihukum sekian bulan lalu seorang pejabat yang berkedudukan tinggi(dipemerintahan),sangat berkecukupan, melakukan korupsi
sekian milyard hanya dihukum ringan saja serta mendapat amnesti pula. Padahal sudah jelas perbuatan korupsi adalah suatu penghianatan kepada rakyat (orang banyak) , kejahatan yang amat berakibat kerusakan moril dan materil sehingga sangat berdampak pada kemerosotan akhlak dan kemiskinan.
Korupsi adalah jelas perbuatan merusak tatanan kehidupan, melawan hukum kehalalan, karenanya menurut ayat tadi (QS.28:77) tidak disukai Allah dengan kata lain dibenci Allah SWT.
Demi keseimbangan (Sunatullah) diperkara apapun kita harus berusaha menegakkan keadilan, dimulai dari diri sendiri,dilingkungan keluarga,,di masyarakat dan dilingkungan yang lebih luas dalam berbangsa dan bernegara. Islam memiliki aturan-aturan yang spesifik didalam hal yang fundamental tersebut.
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) b e r l a k u a d i l dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat dn Allah melarang dari perbuatan keji , kemungkaran dan permusuhan . Dia (Allah) memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dapat mengambil p e l a j a r a n." (An Nahl.16:90).////////@zmr
.
yang berbunyi , sbb.: " Wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illa liya^buduun," artinya: "Dan tidaklah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah(menghambakan diri) kepada-KU,"
Ayat tersebut bagi orang yang percaya mestinya sudah cukup untuk memantapkan keimanan dan menjadi motivasi mengapa kita harus selalu dan terus berusaha ber'taqorrub ilallah' yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan melaksanakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA.
Dengan menyerahkan diri kepada Sang Pencipta(Al-Khaliq) dan melakukan peribadatan yang benar maka kita dapat menunaikan amanat kehidupan ini sesuai dengan kehendak Allah ,yakni agar terhindar dari kesia-siaan dan penyesalan sebagaimana celakanya orang-orang yang merugi di akherat nanti; dibenamkan
dineraka jahanam yang sangat pedih dan menghinakan, -- na^udzu bilahi min dzalik,-kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian, tsumma na^audzu bilahi min dzalik . Jadi dengan demikian , mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan ikhlas,sabar,tawadhu^(merendahkan diri) serta istiqomah (konsisten,ajeg) adalah ikhtiar atau pilihan yang mutlak . Tak dapat diragukan lagi , dengan cara itulah yang hanya bisa menyelamat-kan kita didunia ini dan diakherat nanti . ///
KESENANGAN DUNIA
Hidup di dunia dan dunia itu sendiri adalah semu dan tidak kekal (fana) ibarat f a t a m o r g a n a . Kesenangan dunia atau 'mata^ud-dunya' tampak seperti genangan air yang sangat menggiurkan disa'at terik matahari yang amat panas menyengat . Kemewahan dan keasyikan mencintainya, menggoda nafsu mereka yang selalu merasa h a u s akan kesenangan dunia tersebut , kemudian mereka menjadi terlena , bahkan terbelenggu karena godaan syetan yang memang amat mengetahui kelemahan-kelemahan sifat-sifat manusia.
Kesenangan dunia , semakin direguk layaknya seperti meminum air laut , bukan melepaskan dahaga namun semakin haus saja , bahkan membuat mereka menjadi tamak atau serakah . Kemudian akibatnya setelah itu ialah terjadinya kemungkaran , kebathilan , dan kezholiman . Contoh yang nyata dewasa ini , orang lebih menghargai nilai-nilai materi atau kebendaan didalam pergaulan pribadi maupun sosial . Mereka lebih menaruh hormat kepada orang yang lebih unggul dibidang materil, yang memiliki uang banyak , rumah megah, mobil mewah, yang berpakaian necis dan modis, dan yang berkedudukan tinggi karena jabatannya di kekuasaan,dll,dll, namun memandang rendah terhadap kesholehan dan kesederhanaan . Ini bukan sekedar fenomena biasa tetapi telah terjadi suatu kesalahan persepsi di masyarakat umum yaitu penjungkir-balikkan nilai tata kehidupan yang terlanjur membudaya .
Karena 'dunia' telah menjadi acuan strata pergaulan , akibatnya orang lalu berlomba-lomba mengejar harta untuk menjadi kaya bukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan saja , namun lebih jauh dari itu untuk kemewahan dan kemegahan , pujian , atribut keunggulan dan pamer . Celakanya , cara yang mereka tempuh sangat sering melanggar kaidah kejujuran dan ' kehalalan ' serta sering amat kejam dengan merampas , menggerogoti hak orang banyak , yakni hak-hak rakyat yang semestinya di dipenuhi amanatnya . Maka sekarang ini kita banyak menyaksikan terbiasanya perbuatan-perbuatan dari pungutan liar sampai korupsi sebagaimana hampir membudaya dinegeri tercinta ini . Rosulullah SAW bersabda: "Law anna li ibni Aadama waadiyan min dzahabin , aHabba an yakuuna lahu waadiyani , wa lan yamla'u fahu illat-turoob , wa yatuubullahu ^alaa mantaaba "(Muttafaq ^alaih) , artinya "Andaikata seorang anak Adam telah memiliki satu lembah mengandung emas , pastilah ia ingin memiliki dua lembah lagi . Dan tiadalah yang dapat menutup mulutnya (menghentikan kerakusan terhadap dunia ) kecuali tanah (yakni kuburan atau kematian) . Dan ALLAH berkenan memberi pengampunan kepada siapa saja yang bertobat .////
TAUBATAN NASHUHA.
Sahabatku,saudaraku para LANSIA ,
Orang-orang yang telah berbuat maksiat seperti tersebut tadi yakni yang melakukan kemungkaran , kebathilan and kezholiman jangan berharap mereka dapat membersihkan diri dengan harta haram , yakni dengan cara berpura-pura bajik dengan bersedakah secara riya' (pamer saja) sebab hal itu akan sia-sia yaitu akan tertolak , habithot a^maluhum ,seumpama tak bergunanya mencuci pakaian kotor dengan air najis . ALLAH SWT memberikan yang baik dan hanya menerima yang baik-baik saja *). Kecuali apabila mereka bertawbat dengan kesungguhan tawbat , yaitu Taubatan Nashuha .///// "Sesungguhnya tawbat disisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan , yang kemudian mereka bertaubat dengan segera ; maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya ; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana ." (QS.4:17)//////
Untuk bertaubat seperti Taubatan Nashuha itu ada sarat yang harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya,yaitu taubat dengan keteguhan hati untuk tidak akan mengulangi lagi . Juga,untuk urusan yang menyangkut kezholiman terhadap sesama manusia itu harus dibersihkan yaitu dikembalikan kepada yang berhak . Itulah prasarat untuk bertobat , maka marilah kita bersegeralah mendapatkan Maghfiroh atau Pengampunan dari Allah SWT.
"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka (barulah) ia mengatakan : 'sesaungguhnya saya bertaubat sekarang ' . Dan tidak (pula diterima) taubat orang-orang yang mati sedang mereka didalam kekafiran. Bagi orang-orang (seperti) itu telah Kami sediakan siksa (neraka) yang amat pedih."(QS.4:18).
BERSYUKUR.
Allah telah menganugerahkan kepada manusia didunia sesuatu yang bermanfaat dan menyenangkan hati .
Hal itu tentunya agar kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kehidupan ini , serta kenikmatan apapun yang kita rasakan harus kita sebut-sebut dan selalu kita syukuri . "Wa ammaa bini^mati robbika faHaddits": Dan terhadap nikmat Tuhanmu , hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).(QS.93:11).
Demikian banyak nikmat yang dilimpahkan Tuhan kepada umat manusia , demikian lengkap Tuhan memfasilitasi kehidupan kita sungguh tak terhitung jenis dan jumlahnya ."Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat (yang diberikan)Allah,niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya."(QS.16:18)
Maka ingatlah kamu kepada-KU niscaya Aku ingat pula kepadamu , dan bersyukurlah kepada-KU , dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-KU .(QS.2:152).
Kesenangan dunia tidaklah dilarang sebagaimana yang halal menurut ketentuan Agama (Islam) yaitu yang hak bagi kemaslahatan manusia dan tidak bertentangan dengan syariah (Hukum agama Islam).//////
"Wahai orang-orang yang beriman,makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan b e r s y u k u r lah kepada kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNYA kamu menghamba kan diri .(Al Baqoroh.2:172) dilain ayat Allah menegaskan lagi "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu , serta b e r t a k w a l a h kepada Allah Yang kamu beriman kepada-NYA .(Al Maa^idah.5:88). Disurat yang sama pada ayat sebelumnya(87) Allah melarang kita mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan kepada kita , asalkan tidak melampaui batas . Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas , yakni belebih-lebihan dalam hal apa saja termasuk boros (tubazir) dan bermegah-megahan (tafaharum) serta berpesta ria .Mengenai kehalalan sudah tentu kita pun tidak dibenarkan menghalalakan perkara yang haram.
Sahabatku dan saudaraku sesama LANSIA ,
Semua kenikmatan baik yang memenuhi kebutuhan hidup maupun yang menyenangkan kehidupan ini adalah rezeki atau karunia dari Allah SWT. Rezeki bukan berupa materi saja , uang , harta , tanah ,rumah , kendaraan , dan fasilitas hidup lainnya , namun rezeki juga dapat berbentuk immaterial seperti , ilmu pengetahuan / informasi , kekuasaan/kepercayaan , atribut pujian, kebanggaan , terlebih lagi kesehatan yang sangat berharga . Semua karunia itu memungkinkan untuk diraih oleh manusia didunia ini yaitu dengan
sebab seberapa kadar usahanya dan do'anya untuk mendapatkan peningkatan kwalitas kehidupannya, Zhohir maupun Bathin . "Inallaha laa yughoyyiru maa bi qoumin Hatta yughoyyiruu maa bi anfusihim": Sesungguhnya Allah tidak akan merobah nasib/keadaan suatu kaum sampai mereka (berusaha) merobah (nasib/keadaan) diri mereka sendiri.(Ar-Ra^du.13:11).
Didalam kenyataan sejarah , pengikut agama Islam bukanlah kebanyakan orang-orang yang bodoh , orang-orang miskin atau orang-orang membenamkan diri didalam mesjid saja atau orang-orang yang zuhud terhadap dunia dengan cara yang keterlaluan,yakni membencinya . Istri Baginda Nabi Muhammad yang pertama yaitu Siti Khodijah binti Khuwailid adalah janda kaya yang lahir dari nasab/keturunan keluarga kaya . Para sahabat Nabi diantaranya Abu Bakar Ra adalah orang kaya , para tabi^in banyak yang menjadi penyandang dana jihad yang memiliki kekayaan karena kepiawaiannya berniaga , bermuamalat . Mereka berharta , berilmu , namun ikhlas berkorban dijalan Allah SWT. Mereka memanfaatkan harta mereka dengan cerdas yakni dengan membebaskan diri mereka dari tanggung jawab perbelanjaan yang tidak dihalalkan Allah SWT , yaitu utamanya terhadap pertanyaan peradilan dihari perhitungan di akherat nanti.
Professor Dr.Hamka didalam bukunya ' TASAWUF MODERN ' menulis : " Semangat Islam ialah semangat berjuang , semangat berkurban , semangat bekerja , bukan semangat lemah paruh dan melempem . Agama Islam adalah agama yang menyeru umatnya untuk berusaha mencari rezeki dan mengambil sebab-sebab buat mencapai kemuliaan , ketinggian , dan keanggungan dalam perjuangan hidup bangsa-bangsa . Bahkan Agama Islam," demikian menurut Hamka , " menyerukan kepada kita untuk menjadi yang dipertuan di dalam alam dengan keadilan , memungut kebaikan dimanapun bersuanya , dan membolehkan mengambil peluang mencari kesenangan yang diizinkan ." Selanjut Hamka bertutur : " ..baik Nabi dan sahabatnya yang berempat , atau yang beribu-ribu itu semuanya berakhlak tinggi , berbudi mulia ,sanggup menderita lapar dan haus . Dan jika mereka beroleh kekayaan, tidaklah harta itu lekat kedalam hatinya sehingga melukai hati itu jika deng berpisah ." Mereka mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang baik dan halal , serta bergegas membelanjakannya dijalan yang baik , fii sabilillah , dan dengan cara yang baik pula .
Simak pula perkataan Sayyid Rasyid Ridha : "Sahabat-sahabat Rosulullah yang besar,demikian juga ulama-ulama tabi^in dan beberapa orang yang shaleh-shaleh, mereka adalah orang yang kaya-raya,--yang memiliki harta benda lebih dari yang perlu . Adapun berlebih-lebihan memasukan rasa kebencian terhadap harta kekayaan dunia kedalam sanubari, adalah salah satu sebab kelemahan kaum muslimin dan salah satu sebab pula mereka mudah dikalahkan oleh musuhnya .///////
Sahabat yang dimulyakan ALLAH ,
Kemudian bagaimana seharusnya sikap kita terhadap kesenangan dunia yang disatu sisi hal itu hanya merupakan hiasan dan kesenangan yang menipu, namun disisi lain kita diperintahkan untuk meraihnya sebagaimana sesuatu yang tak boleh dilupakan ? "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akkhirat , dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."(Al Qoshosh.28:77).
Agama Islam memiliki tuntunan bagi pemeluknya untuk menjaga keseimbangan hidup dan untuk berlangsungnya tatanan kehidupan . Keseimbangan atau Equilibrium telah menjadi amanah dan sunatullah untuk manusia dan alam semesta dalam seluruh aspek dan facet kehidupan duniawi dan ukhrowi. Dalam menjaga keseimbangan ini diantaranya Nabi SAW tidak mememperbolehkan seseorang melakukan sembahyang terus menerus sepanjang hari , juga ketika ada yang berkeinginan akan berpuasa selamanya dan yang lain ingin menjauhi diri dari istri-istri mereka serta tidak kawin selamanya -- hanya karena mereka merasa s a n g g u p beribadat lebih banyak dari Nabi , yaitu untuk mendapatkan pengampunan dosa dan bahagia di akhirat nanti. Namun Nabi Muhammad SAW tidak memuji maksud tersebut seraya berkata : Demi Allah , saya lebih takut kepada Allah dari kalian , bahkan saya lebih bertakwa , tetapi saya puasa dan berbuka , saya sholat dan juga tidur , saya kawin dengan beberapa orang wanita. Maka siapa yang mengabaikan sunah kelakuanku , maka ia bukan termasuk umatku ."
///////
Hadits tersebut menggambarkan kepada kita ,umatnya rosulullah, bahwa NabiMuhammad SAW melarang orang berlerbih-lebihan (bahkan) didalam peribadatan yaitu yang tidak sesuai menurut ajaran yang benar menurut Sunatullah dan Sunatur-rosul . Sunatullah ialah apa-apa yang ditentukan Allah termasuk diantaranya menjaga keseimbangan alam dan keseimbangan hidup didunia dan hidup beragama (Islam).
"Wa laa tabghil- fasaada fil-arDhi, innallaaha laa yuHibbul-mufsidiin.": "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS.28:77) Membuat kerusakan di bumi termasuk diantara membabat hutan tanpa perhitungan atau ilegal-logging untuk memperkaya diri sendiri atau sekelompok penjahat yang kemudian berakibat terganggunya keseimbangan alam (ekosistim) sehingga mendatangkan nushibah dan bencana , demikian pula pada perkara yang lain dimana manusia tidak menggunakan akal sehat dan berfikiran positif serta hati nurani
yang benar, maka pada akhirnya manusia sendirilah yang menanggung deritarnya sebagai akibatnya.
Dibidang hukum demikian pula, keadilan harus ditegakkan secara nyata menurut syariah,sehingga manusia
mendapat pelajaran dalam keseimbangan . Hukum Qisas umpamanya bukanlah sesuatu yang kejam dan keterlaluan tetapi itulah keadilan yang sebenar-benarnya . Dewasa ini hukum tidak seimbang di neraca keadilan, contoh seorang miskin yang mencuri ayam seharga puluhan ribu rupiah dihukum sekian bulan lalu seorang pejabat yang berkedudukan tinggi(dipemerintahan),sangat berkecukupan, melakukan korupsi
sekian milyard hanya dihukum ringan saja serta mendapat amnesti pula. Padahal sudah jelas perbuatan korupsi adalah suatu penghianatan kepada rakyat (orang banyak) , kejahatan yang amat berakibat kerusakan moril dan materil sehingga sangat berdampak pada kemerosotan akhlak dan kemiskinan.
Korupsi adalah jelas perbuatan merusak tatanan kehidupan, melawan hukum kehalalan, karenanya menurut ayat tadi (QS.28:77) tidak disukai Allah dengan kata lain dibenci Allah SWT.
Demi keseimbangan (Sunatullah) diperkara apapun kita harus berusaha menegakkan keadilan, dimulai dari diri sendiri,dilingkungan keluarga,,di masyarakat dan dilingkungan yang lebih luas dalam berbangsa dan bernegara. Islam memiliki aturan-aturan yang spesifik didalam hal yang fundamental tersebut.
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) b e r l a k u a d i l dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat dn Allah melarang dari perbuatan keji , kemungkaran dan permusuhan . Dia (Allah) memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dapat mengambil p e l a j a r a n." (An Nahl.16:90).////////@zmr
.


Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus