Rabu, 16 Februari 2011

LANSIA BERGUNA KARENA BERKWALITAS:TUA OK MEMBLE NO WAY.

Para LANSIA sahabatku ,
Ketika kita menyadari bahwa betapa waktu itu sangat berharga,maka kemudian  kita  ingin  menggunakan sisa  hidup  ini  agar  bisa  bermanfaat 
semaksimal mungkin. Masalahnya  sekarang  ialah  bagaimana kita  dapat  hidup  dikaruniai Tuhan dengan kesehatan Lahir dan Bathin , sehingga kita dapat  menjaga kwalitas rohani dan  jasmani kita untuk tetap  bertakwa,
beribadat  yaitu berdaya guna , minimal tanpa menjadi beban yang menyusahkan terhadap orang lain , serta tetap dapat bersungguh-sungguh  membina Akhlaqul Karimah , yaitu  Budi Pekerti yang mulia ./
Namun menjadi LANSIA , yakni berumur lanjut , adalah anugerah tersendiri , yaitu berarti kita masih
diberikan kesempatan untuk bertobat,beribadat,dan beramal sholeh,menghapus dosa dan menambah pahala untuk menambah berat timbangan kebaikan kita . Nah, sahabat, didalam kerangka inilah kita bergiat,berusaha untuk memperbaiki diri , meningkatkan  mutu hidup  kita , merubah dengan hijrah dari   keadaan kita yang selama ini terbelenggu  penyakit , baik penyakit jasmani  maupun rohani  menuju kesehatan yang  mendekati  kesempurnaan . Sesungguhnya hanya Allah Subhaana Robbil ^izati Yang Maha Sempuna.  //
  Saudara-saudara kaum muslimin yang dimulyakan Allah. Keberadaan atau kehidupan kita manusia didunia ini, adalah pada hakekatnya berdasarkan Firman Allah Swt. yang termaktub didalam Surat Adz-Dzariyaat.51:56
yang  berbunyi , sbb.: " Wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illa liya^buduun,"  artinya: "Dan tidaklah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah(menghambakan diri) kepada-KU,"
Ayat tersebut bagi orang yang percaya mestinya sudah cukup untuk memantapkan keimanan dan menjadi motivasi mengapa kita harus selalu dan terus berusaha ber'taqorrub ilallah' yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan melaksanakan perintah-NYA  dan menjauhi larangan-NYA.
Dengan menyerahkan diri kepada Sang Pencipta(Al-Khaliq) dan melakukan peribadatan yang benar  maka kita dapat menunaikan amanat kehidupan ini sesuai dengan kehendak Allah ,yakni agar terhindar dari kesia-siaan  dan penyesalan sebagaimana celakanya orang-orang yang merugi di akherat nanti; dibenamkan
dineraka jahanam yang sangat pedih dan menghinakan, -- na^udzu bilahi min dzalik,-kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian, tsumma na^audzu bilahi min dzalik . Jadi dengan demikian , mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan ikhlas,sabar,tawadhu^(merendahkan diri) serta istiqomah (konsisten,ajeg) adalah ikhtiar atau pilihan yang mutlak  . Tak dapat diragukan lagi , dengan cara itulah yang hanya bisa menyelamat-kan kita didunia ini dan diakherat nanti . ///

KESENANGAN DUNIA
Hidup di dunia dan dunia itu  sendiri  adalah semu dan tidak  kekal  (fana) ibarat  f a t a m o r g a n a . Kesenangan dunia atau  'mata^ud-dunya' tampak  seperti genangan air yang sangat menggiurkan disa'at terik matahari  yang  amat panas  menyengat . Kemewahan dan  keasyikan mencintainya, menggoda  nafsu mereka yang  selalu merasa   h a u s  akan kesenangan dunia  tersebut ,  kemudian mereka menjadi terlena , bahkan  terbelenggu karena godaan  syetan  yang memang amat  mengetahui  kelemahan-kelemahan sifat-sifat  manusia.
Kesenangan dunia , semakin direguk layaknya seperti  meminum air  laut , bukan melepaskan dahaga namun  semakin haus saja , bahkan   membuat mereka menjadi tamak atau  serakah . Kemudian akibatnya  setelah itu  ialah  terjadinya kemungkaran , kebathilan , dan kezholiman . Contoh  yang nyata  dewasa ini , orang  lebih  menghargai nilai-nilai materi  atau  kebendaan didalam  pergaulan  pribadi  maupun sosial . Mereka  lebih menaruh hormat kepada orang  yang  lebih unggul dibidang materil, yang memiliki uang banyak , rumah megah, mobil  mewah, yang  berpakaian necis  dan  modis,  dan yang  berkedudukan tinggi karena  jabatannya di kekuasaan,dll,dll,  namun  memandang  rendah  terhadap kesholehan  dan  kesederhanaan . Ini  bukan  sekedar fenomena biasa tetapi  telah  terjadi  suatu  kesalahan  persepsi di masyarakat umum  yaitu penjungkir-balikkan nilai  tata  kehidupan yang  terlanjur membudaya .
Karena 'dunia' telah menjadi  acuan  strata  pergaulan , akibatnya orang  lalu  berlomba-lomba mengejar harta untuk  menjadi kaya bukan  untuk sekedar  memenuhi  kebutuhan saja , namun  lebih  jauh  dari  itu untuk kemewahan  dan  kemegahan , pujian , atribut keunggulan  dan pamer . Celakanya , cara  yang  mereka tempuh  sangat sering  melanggar kaidah  kejujuran  dan  ' kehalalan ' serta  sering  amat  kejam  dengan merampas , menggerogoti  hak  orang banyak , yakni  hak-hak rakyat  yang  semestinya di dipenuhi  amanatnya .  Maka  sekarang  ini  kita  banyak  menyaksikan terbiasanya perbuatan-perbuatan dari pungutan liar  sampai  korupsi  sebagaimana  hampir  membudaya  dinegeri  tercinta  ini . Rosulullah SAW bersabda: "Law anna li ibni Aadama  waadiyan min dzahabin , aHabba  an yakuuna lahu waadiyani , wa lan yamla'u fahu illat-turoob , wa  yatuubullahu  ^alaa  mantaaba "(Muttafaq ^alaih) , artinya "Andaikata seorang  anak Adam telah  memiliki satu  lembah  mengandung  emas , pastilah  ia  ingin memiliki  dua  lembah lagi . Dan tiadalah  yang  dapat menutup mulutnya (menghentikan kerakusan terhadap dunia ) kecuali  tanah (yakni kuburan atau  kematian) . Dan    ALLAH berkenan  memberi  pengampunan  kepada siapa saja yang  bertobat .////

TAUBATAN NASHUHA.
Sahabatku,saudaraku  para LANSIA ,
Orang-orang yang telah berbuat  maksiat seperti tersebut  tadi yakni yang melakukan  kemungkaran , kebathilan  and  kezholiman jangan  berharap mereka  dapat membersihkan  diri  dengan harta  haram , yakni dengan cara  berpura-pura bajik dengan bersedakah secara  riya' (pamer saja) sebab hal  itu akan sia-sia yaitu  akan  tertolak , habithot a^maluhum ,seumpama tak bergunanya  mencuci  pakaian kotor  dengan air najis . ALLAH SWT memberikan  yang  baik dan  hanya  menerima  yang  baik-baik  saja *).  Kecuali apabila mereka bertawbat  dengan kesungguhan tawbat , yaitu  Taubatan Nashuha .///// "Sesungguhnya tawbat disisi Allah  hanyalah taubat  bagi orang-orang yang  mengerjakan  kejahatan  lantaran  kejahilan , yang kemudian  mereka bertaubat dengan segera ; maka  mereka  itulah  yang  diterima Allah taubatnya ; dan Allah Maha Mengetahui  lagi  Maha  Bijaksana ." (QS.4:17)//////
Untuk bertaubat seperti  Taubatan  Nashuha itu  ada sarat yang  harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya,yaitu taubat  dengan keteguhan hati untuk tidak akan mengulangi  lagi . Juga,untuk  urusan yang menyangkut kezholiman terhadap sesama  manusia itu  harus  dibersihkan  yaitu dikembalikan  kepada  yang berhak . Itulah  prasarat untuk bertobat , maka  marilah  kita bersegeralah  mendapatkan Maghfiroh atau  Pengampunan  dari  Allah  SWT.
"Dan  tidaklah  taubat  itu  diterima Allah  dari  orang-orang  yang  mengerjakan kejahatan  hingga  apabila  datang ajal  kepada seseorang diantara mereka (barulah)  ia  mengatakan : 'sesaungguhnya saya  bertaubat  sekarang ' . Dan  tidak (pula  diterima) taubat  orang-orang  yang  mati sedang  mereka  didalam  kekafiran. Bagi  orang-orang  (seperti) itu  telah Kami  sediakan  siksa (neraka) yang  amat  pedih."(QS.4:18).

BERSYUKUR.
Allah telah  menganugerahkan  kepada  manusia didunia  sesuatu  yang  bermanfaat  dan  menyenangkan hati .
Hal  itu tentunya agar  kita  manfaatkan sebaik-baiknya  untuk  kehidupan  ini , serta  kenikmatan apapun  yang  kita rasakan  harus  kita sebut-sebut  dan  selalu  kita  syukuri . "Wa ammaa bini^mati robbika  faHaddits": Dan terhadap nikmat Tuhanmu , hendaklah engkau  nyatakan (dengan  bersyukur).(QS.93:11).
Demikian  banyak  nikmat  yang  dilimpahkan Tuhan  kepada  umat  manusia , demikian  lengkap Tuhan memfasilitasi kehidupan kita  sungguh  tak  terhitung  jenis  dan  jumlahnya ."Dan  jika  kamu menghitung-hitung nikmat (yang  diberikan)Allah,niscaya kamu tidak dapat  menentukan  jumlahnya."(QS.16:18)
 Maka  ingatlah  kamu  kepada-KU niscaya  Aku  ingat pula  kepadamu , dan bersyukurlah  kepada-KU , dan  janganlah  kamu  mengingkari (nikmat)-KU .(QS.2:152).
Kesenangan  dunia  tidaklah  dilarang  sebagaimana yang  halal  menurut  ketentuan Agama (Islam) yaitu yang hak  bagi  kemaslahatan manusia dan  tidak  bertentangan dengan syariah  (Hukum agama Islam).//////
"Wahai orang-orang  yang beriman,makanlah  diantara rezeki yang baik-baik yang  Kami  berikan kepadamu dan  b e r s y u k u r lah  kepada  kepada Allah  jika  benar-benar  hanya  kepadaNYA  kamu  menghamba kan diri .(Al Baqoroh.2:172) dilain  ayat Allah  menegaskan lagi  "Dan  makanlah  makanan yang  halal lagi  baik dari  apa  yang  Allah  telah  rezkikan  kepadamu , serta   b e r t a k w a l a h    kepada  Allah  Yang kamu  beriman  kepada-NYA .(Al Maa^idah.5:88).  Disurat  yang sama pada  ayat  sebelumnya(87) Allah  melarang kita  mengharamkan apa-apa  yang  baik yang telah  Allah  halalkan kepada  kita , asalkan tidak  melampaui  batas . Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  melampaui batas , yakni belebih-lebihan  dalam hal  apa  saja  termasuk boros (tubazir) dan  bermegah-megahan (tafaharum) serta  berpesta  ria .Mengenai  kehalalan  sudah  tentu kita pun  tidak  dibenarkan  menghalalakan  perkara  yang haram.

Sahabatku dan saudaraku  sesama  LANSIA ,
Semua  kenikmatan baik yang memenuhi kebutuhan  hidup maupun yang menyenangkan kehidupan  ini adalah rezeki atau  karunia  dari  Allah SWT.  Rezeki  bukan  berupa  materi  saja , uang , harta , tanah ,rumah , kendaraan , dan  fasilitas hidup  lainnya , namun rezeki  juga  dapat  berbentuk immaterial seperti , ilmu pengetahuan / informasi , kekuasaan/kepercayaan , atribut  pujian, kebanggaan , terlebih lagi kesehatan yang sangat  berharga . Semua  karunia  itu  memungkinkan  untuk  diraih  oleh  manusia  didunia  ini  yaitu dengan
sebab seberapa  kadar  usahanya dan  do'anya  untuk  mendapatkan  peningkatan  kwalitas kehidupannya, Zhohir  maupun Bathin . "Inallaha laa  yughoyyiru  maa bi qoumin Hatta yughoyyiruu  maa bi anfusihim": Sesungguhnya Allah tidak  akan  merobah nasib/keadaan  suatu  kaum  sampai  mereka  (berusaha) merobah (nasib/keadaan) diri mereka  sendiri.(Ar-Ra^du.13:11).
Didalam kenyataan  sejarah , pengikut  agama  Islam bukanlah kebanyakan  orang-orang  yang  bodoh , orang-orang  miskin atau  orang-orang  membenamkan diri  didalam  mesjid  saja  atau  orang-orang  yang zuhud  terhadap  dunia dengan  cara  yang keterlaluan,yakni  membencinya . Istri  Baginda Nabi  Muhammad yang pertama yaitu  Siti  Khodijah binti Khuwailid  adalah  janda  kaya  yang lahir dari  nasab/keturunan keluarga  kaya . Para  sahabat Nabi diantaranya  Abu Bakar Ra  adalah  orang  kaya , para  tabi^in  banyak yang menjadi  penyandang  dana  jihad yang  memiliki   kekayaan  karena  kepiawaiannya berniaga , bermuamalat . Mereka  berharta , berilmu , namun  ikhlas  berkorban dijalan  Allah  SWT. Mereka  memanfaatkan harta mereka  dengan cerdas  yakni dengan  membebaskan  diri mereka  dari  tanggung jawab perbelanjaan  yang  tidak  dihalalkan Allah SWT , yaitu utamanya  terhadap  pertanyaan peradilan dihari perhitungan  di akherat  nanti.

Professor Dr.Hamka didalam  bukunya ' TASAWUF MODERN ' menulis : " Semangat  Islam ialah semangat berjuang , semangat berkurban , semangat  bekerja , bukan  semangat lemah paruh dan  melempem . Agama Islam adalah  agama  yang  menyeru umatnya untuk berusaha  mencari  rezeki  dan  mengambil  sebab-sebab buat  mencapai  kemuliaan , ketinggian , dan keanggungan dalam  perjuangan  hidup  bangsa-bangsa . Bahkan Agama Islam,"  demikian menurut Hamka , " menyerukan kepada kita untuk  menjadi yang  dipertuan di dalam  alam  dengan  keadilan , memungut  kebaikan dimanapun bersuanya , dan membolehkan  mengambil peluang mencari  kesenangan yang diizinkan ." Selanjut  Hamka  bertutur : " ..baik  Nabi dan  sahabatnya  yang berempat , atau yang beribu-ribu itu  semuanya  berakhlak  tinggi , berbudi  mulia ,sanggup  menderita lapar  dan  haus . Dan jika  mereka beroleh kekayaan, tidaklah  harta  itu lekat  kedalam  hatinya sehingga melukai  hati  itu  jika deng berpisah ." Mereka mendapatkan  harta  kekayaan  dengan cara yang  baik  dan halal , serta bergegas  membelanjakannya dijalan yang baik , fii  sabilillah , dan dengan cara  yang baik pula .
Simak pula perkataan Sayyid Rasyid Ridha : "Sahabat-sahabat Rosulullah yang besar,demikian  juga ulama-ulama tabi^in dan beberapa  orang yang shaleh-shaleh, mereka adalah  orang yang kaya-raya,--yang memiliki harta  benda  lebih  dari  yang perlu . Adapun berlebih-lebihan memasukan rasa  kebencian terhadap  harta kekayaan dunia kedalam sanubari, adalah salah satu sebab  kelemahan  kaum muslimin  dan salah  satu sebab pula mereka mudah  dikalahkan  oleh  musuhnya .///////

Sahabat yang dimulyakan ALLAH ,
Kemudian  bagaimana  seharusnya  sikap  kita  terhadap  kesenangan dunia  yang  disatu sisi  hal  itu  hanya merupakan hiasan  dan kesenangan  yang  menipu, namun  disisi  lain kita  diperintahkan  untuk  meraihnya sebagaimana  sesuatu  yang  tak  boleh   dilupakan ? "Dan  carilah pada  apa  yang  telah dianugerahkan Allah  kepadamu  (kebahagiaan) negeri  akkhirat , dan janganlah  kamu  melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi  dan  berbuat baiklah  (kepada  orang  lain)  sebagaimana Allah telah  berbuat  baik kepadamu, dan  janganlah  kamu berbuat  kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak  menyukai orang yang berbuat kerusakan."(Al Qoshosh.28:77).
Agama  Islam  memiliki  tuntunan bagi  pemeluknya  untuk  menjaga  keseimbangan  hidup  dan  untuk  berlangsungnya tatanan  kehidupan . Keseimbangan atau Equilibrium telah  menjadi amanah  dan  sunatullah untuk  manusia  dan alam  semesta  dalam  seluruh aspek  dan facet  kehidupan  duniawi  dan ukhrowi. Dalam  menjaga  keseimbangan  ini  diantaranya  Nabi SAW  tidak  mememperbolehkan  seseorang melakukan sembahyang  terus  menerus sepanjang hari , juga  ketika  ada  yang  berkeinginan  akan  berpuasa  selamanya  dan  yang lain  ingin  menjauhi diri  dari  istri-istri  mereka serta  tidak  kawin  selamanya -- hanya  karena  mereka  merasa   s a n g g u p  beribadat  lebih  banyak  dari  Nabi , yaitu  untuk mendapatkan pengampunan  dosa  dan  bahagia  di akhirat  nanti. Namun Nabi Muhammad SAW  tidak memuji  maksud  tersebut seraya  berkata : Demi Allah , saya  lebih  takut kepada  Allah dari  kalian , bahkan saya lebih  bertakwa , tetapi  saya  puasa  dan  berbuka , saya  sholat dan  juga  tidur , saya  kawin dengan  beberapa orang  wanita. Maka  siapa  yang  mengabaikan sunah  kelakuanku , maka  ia  bukan  termasuk  umatku ."
///////
Hadits  tersebut menggambarkan kepada kita ,umatnya  rosulullah, bahwa NabiMuhammad SAW  melarang orang berlerbih-lebihan (bahkan) didalam  peribadatan yaitu  yang  tidak  sesuai menurut  ajaran  yang  benar  menurut Sunatullah  dan Sunatur-rosul . Sunatullah  ialah  apa-apa  yang ditentukan Allah  termasuk  diantaranya menjaga  keseimbangan alam dan keseimbangan hidup didunia  dan hidup  beragama (Islam).
"Wa laa  tabghil- fasaada fil-arDhi, innallaaha  laa  yuHibbul-mufsidiin.": "Dan janganlah  kamu  berbuat kerusakan di bumi.Sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  berbuat  kerusakan." (QS.28:77)  Membuat  kerusakan  di bumi termasuk diantara membabat  hutan tanpa perhitungan atau ilegal-logging untuk memperkaya diri sendiri  atau sekelompok penjahat  yang  kemudian berakibat  terganggunya keseimbangan  alam (ekosistim) sehingga  mendatangkan nushibah dan  bencana , demikian pula pada perkara yang lain dimana  manusia tidak   menggunakan  akal  sehat dan berfikiran positif serta hati nurani
yang benar,  maka pada  akhirnya  manusia  sendirilah yang  menanggung deritarnya  sebagai  akibatnya.
Dibidang  hukum  demikian  pula, keadilan harus  ditegakkan  secara  nyata menurut syariah,sehingga manusia
mendapat pelajaran  dalam keseimbangan . Hukum Qisas  umpamanya  bukanlah sesuatu  yang kejam dan keterlaluan  tetapi itulah keadilan  yang  sebenar-benarnya . Dewasa  ini hukum tidak seimbang  di neraca keadilan, contoh  seorang  miskin  yang  mencuri  ayam  seharga  puluhan ribu rupiah  dihukum sekian bulan lalu  seorang pejabat  yang  berkedudukan tinggi(dipemerintahan),sangat berkecukupan, melakukan  korupsi
sekian  milyard  hanya  dihukum ringan  saja serta  mendapat  amnesti  pula.  Padahal  sudah  jelas perbuatan  korupsi  adalah  suatu  penghianatan  kepada rakyat (orang banyak) ,  kejahatan  yang amat  berakibat kerusakan moril  dan  materil  sehingga sangat  berdampak pada kemerosotan  akhlak dan kemiskinan.
Korupsi adalah jelas  perbuatan merusak  tatanan  kehidupan, melawan hukum  kehalalan, karenanya  menurut ayat  tadi (QS.28:77) tidak  disukai  Allah dengan  kata  lain dibenci Allah  SWT.
Demi  keseimbangan (Sunatullah) diperkara  apapun kita  harus berusaha  menegakkan keadilan, dimulai dari diri  sendiri,dilingkungan  keluarga,,di masyarakat dan dilingkungan  yang  lebih luas dalam berbangsa  dan bernegara. Islam  memiliki  aturan-aturan  yang spesifik didalam  hal  yang fundamental  tersebut.
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu)  b e r l a k u   a d i l  dan  berbuat  kebaikan, memberi kepada  kaum kerabat  dn  Allah  melarang  dari  perbuatan  keji , kemungkaran  dan  permusuhan . Dia (Allah) memberi pengajaran  kepada  kamu  agar kamu  dapat  mengambil   p e l a j a r a n." (An Nahl.16:90).////////@zmr


.

1 komentar: